Pertanyaan ini memang ditujukan untuk kita, bukan untuk orang lain, ukurannya adalah diri kita sendiri. Masa Pensiun merupakan hal yang biasa dan wajar bagi orang bekerja. Itulah konsekwensi "orang gajian" atau orang yang bekerja, baik instansi swasta maupun pemerintah, sipil atau militer. Usia pensiun pada umumnya 56 tahun, kecuali untuk dosen, guru atau karena kebutuhan organisasinya menjadi lebih lama, yaitu 60 tahun. Pertanyaanya siapkah kita pensiun ? Baik dari aspek mental maupun finansial. Pada umumnya orang yang pensiun itu ada empat kelompok :
1 Siap secara mental maupun financial.
2.Siap secara mental tetapi tidak siap secara financial.
3.Siap secara financial tetapi tidak siap secara mental.
4.Tidak siap kedua-duanya.
Siap secara mental dan financial.
Pada kelompok ini Pegawai yang pensiun tinggal menikmati hidup dengan memperbanyak ibadah, bersosialisasi, traveling, menekuni hobby yang terbengkalai ( waktu masih aktif tidak sempat menekuni), kadangkala diminta menjadi penasehat ditengah lingkungan tempat tinggalnya. Pada kategori ini syaratnya keuangan yang dimiliki benar-benarnya halalan toyyiban, jadi tidak dikejar - kejar oleh KPK.
Siap secara mental tetapi tidak siap secara financial.
Pada kelompok ini secara mental sudah siap, tetapi secara keuangan / financial tidak siap. Banyak faktor yang mempengaruhi sehingga uang pensiun tidak mencukupi, misal :
a. Uang pensiun dari kantornya memang kecil, sehingga untuk bayar telpon ,listrik dan biaya hidup kurang mencukupi.
b. Ketika masih aktif tidak sempat menabung atau memang tidak ada uang yang ditabung, walaupun secara normatif uang pensiunnya mencukupi. Karena pola hidupnya yang boros
c. Nikahnya agak telat atau mempunyai anak yang lahirnya telat, sehingga ketika pensiun anaknya masih kecil - kecil yang sangat membutuhkan biaya untuk sekolah atau kuliah.
d. Mempunyai istri kedua ( ? ). Maaf yang ini tidak ada penjelasan....
Siap secara financial tetapi tidak siap secara mental.
Kelompok ini ketika masih aktif mempunyai jabatan atau para pekerja keras ( workolic), sehingga ketika memasuki masa pensiun ada penyakit yang namanya post power sindrome. Hidupnya sudah berpola, bangun pagi, mandi, berangkat kerja, aktivitas di kantor dan pulang. Bertahun - tahun hidupnya berpola seperti itu. Ketika pensiun, ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Uang bagi mereka tidak masalah. Makanya ada sebagian perusahaan atau lembaga pemerintah menpunyai program MPP ( Masa Persiapan Pensiun ) bukan mati pelan - pelan..... ( maaf ). Program ini untuk mengakomodir orang - orang dari kelompok ini.
Tidak siap secara mental ataupun financial.
Pada kelompok ini biasanya memasuki masa pensiun merupakan momok yang menakutkan. Seolah - olah hidupnya sudah tidak berguna lagi. Uang pensiun tidak cukup, dilingkungannya kurang bergaul. Sehingga tidak akrab dengan orang - orang disekitar tempat tinggalnya. Kadang diundang kendurianpun tidak mau. Biasanya orang pada kelompok ini penyakit mudah sekali nempel.
Dari uraian diatas, semoga kita ada pada kelompok yang pertama. Banyak zikir, banyak amal zariah, donatur untuk anak yatim, menjadi orang yang dituakan dilingkungannya, baik sama tetangga. Kalaupun Allah SWT memanggil kita, surga akan menunggu... Amienn..................